Tubusss

Sabtu, 08 Juni 2013

Hasrat Terpendam

            Hahahahh.. hahahhh.. hahahh tebak pemirsaa saya kenapa. *ehh?? hahahhhh *gila. ketawa sendiri. :D Dari gambar diatas mungkin sudah bisa terbaca. Hasrat terpendam saya telah terlaksana pemirsa.. hahahahh ehh hasrat terpendam?? apaan itu hayooo? :D
Well, I wanna tell you about this. It's satnight.. malam minggu and like always.. saya landing dikamar bersama tugas-tugass. yuhuuu...
   Tadi pas lagi serius-seriusnya menatap nanar layar laptop.. De' Lisa (Sepupu umuran 12 tahun) ngetuk pintu kamar.
"Kak keluar sebentar".
"Buat apa de'?." Tanya saya beringsut malas. Tugas saya numpuk. Apalagi ujan-ujan begini. Kepala saya sangat sensitif kalo sudah kena air ujan. Suka cenat-cenut.
"Disuruh Abi buat beli martabak. Ayo cepetan." Katanya antusias. Meski agak malas-malasan saya akhirnya tergerak meraih sweater dan jilbab. Lengkap. Sekitar 10 menitan kami sampai di tempat jualan martabak dan eeng ii eengggg... Mata saya tertuju pada pan martabak manis yang masih mengepulkan asap. Yaa.. Martabak manis (disini lebih dikenal dengan sebutan terang bulan). Sudah lama saya tidak makan terang bulan dan akhirnya malam ini tersampaikan juga.. Martabak manis mesess coklat keju pemirsaa.. aduuhh coklatnya itu lohh.. meluberr.. berr.. beerr. Yummmyyyy. Telan Amilase. Gllekk  :D

    Pas sampai dirumah saya menuju kedapur memindahkan martabak asin dan terang bulan ke piring. 2 paket. Terus panaskan air, nyeduh teh buat tamu (Ada tamu pemirsa) dan buat saya sendiri nyeduh kopi. Yaa akhir-akhir ini saya jadi suka ngopi.
   Ngomong-ngomong soal kopi.. Saat ini saya sangat ingin coba yang namanya affogato. Sering dapat di novel-novel sihh.. dan dari penjabarannya kayaknya yang namanya affogato ini.. pasti enak. Krimnya ituu lohh.. terus dituangin espresso. Aduukhh ngilerr -_-. Kapan-kapan dehh semoga bisa nyicipin affogato. Yang penting sekarang martabak manis ini telah menyapu habis mouth cavity melewati esophagus dan menuju ke organ viscera saya... mMmmMm.. Rasanya itu pemirsaa.. aduuhhh.. Coklatnyaa.. kejunyaa.. anget-angett.. ujan-ujan.. Perpaduan sempurna.. Yummyyy. Delicious I'm Satisfied. Saya puas :D.

Kayaknya cukup sekian pemirsa.. Apanya yang menarik?? Nggak tau juga.. hahahahh. Seneng aja bisa nelen martabak maniss coklat keju. Hasrat terpendam mah menn. Mudah-mudahan hasrat terpendam buat nyicipin yang namanya affogato juga cepat terlaksana. aamiin.


Affogatto pemirsaa.. Bikin ngiler kan??. Iya. :D


 

Jumat, 07 Juni 2013

I Miss U

        Sambil berkaca didepan cermin yang melekat didinding kamarku, aku bersenandung kecil nothing On you-nya Bruno Mars. Tiba-tiba aku teringat.. Salah satu lagu yang masuk dalam list lagu favoritku karena kau selalu menyanyikannya. Ya kau. Sudah 2 hari aku tidak menerima kabarmu. Kutatap lekat-lekat bayanganku dicermin. Mata panda. Yaa akhir-akhir ini aku banyak begadang. Tugas antrian untuk diselesaikan dan final yang sudah didepan mata. Aku sibuk. Yaa mungkin karena ini kau enggan untuk menghubungiku. "Sibuk lagi?". Kau sering menanyakan itu.
       Kuraih handphone yang tergeletak disamping bantalku. Berharap ada gambar amplop atau missedcall dan terpampang namamu disana seperti biasanya. Tapi aku tahu tak mungkin. Tak ada apapun disana. Terlintas untuk menghubungimu tapi ku urungkan niat itu. Takut siapa tahu akan mengganggumu. Kutarik nafasku dalam-dalam dan menghembuskannya. Jemariku tergerak menekan keypad handphoneku mencari namamu didaftar kontakku.
Ku tekan tombol hijau dan merapatkannya ditelingaku.  Tersambung. Aku kikuk.
“Halo”. Jawab mu beberapa saat.
“Ya halo”.
Jeda. Menunggu reaksimu.
“Tumben nelpon”.  Kau tertawa kecil. Antusias. Mungkin senang.
“Kemana saja nggak ada kabar”. Kataku spontan. Mataku melotot salting. Aduh frontal sekali.
“Maaf. Kemarin lagi sakit”.
“Sakit kenapa nggak bilang-bilang.. bikin khawatir saja”. Gaya ibu-ibu ku mulai keluar.
“Hehehh kamu khawatir?  Kamu kangen ya? Kangen kan?”. Tanyamu tertawa jail membuatku menutup mulut rapat-rapat. Malu-malu.
“Kamu nggak kangen ya?.” Tanyamu ragu. Aku masih menahan gelak tawaku. Menahan untuk tidak bilang iya.
“Ya sudah.. kamunya nggak kangen ternyata”. Nada bicaramu terdengar berat. Kecewa.
Iya aku kangen.