Tubusss

Sabtu, 18 Januari 2014

Final Exam of Icepp

Sepekan ini tugas kuliah numpuk. Presentation, paper task, report alias laporan sama final Exam. Huuuuhhh my classmates seperti dikebiri. Kerja rodi. Kerja paksa atau entah apalah namanya itu. 24 jam dalam sehari saja berasa masih kurang, kurang buat istirahat.
Look at to my Eyes and my body. Oke, mata panda dan postur tubuh ini sepertinya menjadi bukti bisu bagaimana tidak teraturnya makan dan tidur saya selama sepekan ini. Berangkat ke kampus pagi-pagi pulangnya malam. Sampenya di rumah tidak istirahat. Buka laptop, bentangkan laporan dan begadang lagi. Ohh my Godness, it’s the cruel life. Keras kehidupan di Makassar pemirsaaa.
Tapi tak apaa, teman-teman saya yang rada-rada aneh bin cakep jadi sedikit obat penat buat saya. Kalo lagi stress”nya mereka datang, mereka bakal ngomel kiri-kanan tentang jadwal kuliah yang gaje, ngeluh tugas ini-itu yang antrian buat diselesaiin, nyanyi dangdutan ala biduan. Kadang juga mereka jadi rock and roll alias ROCKER. Nyanyi teriak-teriak sambil mukul-mukul meja. (Sumpah kalo penyakit ini lagi kumat suasana kelas jadi terasa terguncang oleh gelombang suara yang aduhaiii merduuunyaaa) XD
Sepekan sudah berlalu. Presentasi, paper task, laporan sama Final Exam sudah berguguran satu per satu. Teman-teman semangat. Tetap kompak.  Ganbatte!!!. Sebentar lagi kita akan go home..  YEYEYEY  LALALALAAA
Icepp, Mari melewati sepekan ini dengan baik. Satu kata, satu rasa.
Hidup tiada mungkin tanpa perjuangan, tanpa pengorbanan, mulia adanya. Berpegangan tangan dalam satu cita demi masa depan……
EHH Lagu ituuu
Penampakan teman-teman saya yang Alay bin Ajaib. Ehh?

Foto Sampul

Ini pose hasil jepretan photo studio. Kalo ada yang
beminat untuk mengenal mereka lebih lanjut setelah melihat foto di atas. Contact me, please :D



 

 

Selasa, 31 Desember 2013

Happy New Year!!!


Pukul 00:09 WIB. Berarti sudah masuk 1 Januari pemirsa. 2014 hellowwww...
Kembang api di luar masih bergemuruh. Jadi bikin kangen suasana rumah. :( Nggak pulang karena masih kuliah. Liburnya cuma sehari. Tadi habis telponan sama orang rumah. Semuanya kumpul kecuali saya.. hueehh nasib merantau di tempat orang.
Dari pada beratap tangis karena ketidak pulangan, mending mulai planningkan buat 2014 ini. Ada banyak planning pemirsa. Ini itu anu.... Semoga di tahun ini lebih baik lagi. Belajarnya, kuliahnya, kerjanya sama mm ketemu hal-hal baru. Semoga lebih bisa ngontrol emosi dan semoga semoga semoga.. AAMIIINN.
Sebelum closing mau bilang So grateful for 2013. Makasih 1 tahunnya Ya Allah. Saya belajar banyak hal. Makasih untuk keluarga yang sayang sama saya. Teman-teman yang peduli sama saya, saya banyak belajar dari kalian:') dan buat mereka yang sudah sabar menghadapi ketidaksabaran saya. Juga buat siapapun yang telah menginspirasi saya.. yang tidak bisa saya rincikan satu persatu. Semoga di tahun ini kita semua menjadi pribadi yang lebih baik lagi. *big hug ({})
Duarrrrr duwaaarrrrrduuwaaaaaaarrrr. #Efek kembang api XD HAPPY NEW YEAR. 2014 be Nice :')
2013 & 2014 | via Facebook
here

Rabu, 25 Desember 2013

Lelaki Pencemburu

'    'Katakan kau di mana. Aku akan segera ke sana. Sekarang aku benar-benar sangat merindukanmu'
   Suara di seberang sana terdengar berat. Terburu-buru. Setelah menyebut nama taman tempatnya berada sambungan telepon terputus. Ia menarik nafas sedalam-dalamnya membiarkan rongga dadanya dipenuhi oksigen kemudian menghembuskannya perlahan. Suara lelaki yang baru saja didengarnya itu membuat gemuruh kecil di dadanya. Lelaki itu. Lelaki yang hampir dua pekan terakhir ini banyak menyita waktunya untuk berharap bertemu. Lelaki yang ditunggui untuk datang padanya memberi pelukan hangat. Lelaki yang tiba-tiba tidak menghiraukannya sejak dua pekan lalu. Lelaki pencemburu.
   Hari itu, dua pekan yang lalu Ia tak datang menemui lelaki yang sudah menunggunya di tempat favorit mereka. Hari itu, mereka janjian bertemu. Ia yang memiliki banyak hal yang harus diselesikan tidak menepati janjinya menemui lelaki itu. Lelaki yang sudah menunggunya hampir semalaman itu pulang dengan rasa kecewa yang memenuhi rongga dadanya.
   Lama termenung Ia baru menyadari Lelaki yang ditungguinya telah datang dan kini berdiri sekitar 3 meter di hadapannya. Lelaki itu terdiam menatapnya lekat. Terlihat berantakan. Garis bawah matanya gelap. Sendu. Tiba-tiba lelaki itu melangkah mendekatinya dan kini memeluk tubuhnya erat. Ia merasakan napas lelaki itu berat tak beratur.
  ‘Kau kemana saja. Aku tidak dapat melalukan segala sesuatu dengan baik tanpamu. Aku kesepian’.
Ia membenamkan wajahnya dalam pelukan lelaki itu. Dipeluknya erat tubuh beraroma maskulin itu. Wajahnya terasa panas berusaha menahan air matanya tidak jatuh.
  ‘Bagaimana bisa kau membiarkanku diam dan tidak menghiraukanku sama sekali’. Lelaki itu berbisik tertahan. Ia melonggarkan lingkaran tangannya dari tubuh lelaki itu.
   'Tugas kantor.. Tak perlu kau ucap, aku tahu itu alasanmu’. Lelaki itu seperti membaca pikirannya. Ia merasakan kembali  tubuhnya ada dalam pelukan lelaki itu.
   ‘Aku cemburu dengan tugas kantormu itu. Kau bahkan tak punya banyak waktu untukku’.
‘Tak apa. Yang terpenting sekarang kau sudah di sini. Jangan seperti itu lagi atau kau akan melihatku betu-betul kacau’. Tubuhnya kini benar-benar hangat dalam pelukan lelaki itu. Lelaki yang sangat Ia rindukan.

here


Minggu, 01 Desember 2013

Perempuan di Seberang jalan

... Dan aku melakukannya lagi. Memandangi tiap gerak-gerik perempuan di seberang jalan itu. 
     Pukul lima sore. Akhir-akhir ini aku sengaja pulang kantor di awal waktu untuk singgah di cafe ini, untuk mengstalk perempuan di seberang jalan itu lebih tepatnya. 
     Pukul lima sore. Perempuan di seberang jalan itu keluar dari toko bunga tempat kerjanya. Rambut kusutnya tergerai  melindungi setengah bagian wajahnya. Perempuan di seberang jalan itu berhenti di depan toko menghadap ke jalan. Matanya sayu dengan tatapan kosong. Garis bibirnya datar. Ada kepedihan yang dialami perempuan di seberang jalan itu. Ya kepedihan yang seharusnya tidak Ia rasakan karenaku. 
     Pukul lima sore. Seharusnya aku menjemputnya di sana. Membelai rambutnya, menggenggam tangannya  menikmati senja sore ini dan bercerita tentang cinta di sepanjang jalan pulang seperti dulu.
      Pukul lima sore ini seharusnya Ia masih menjadi perempuanku. Tak seharusnya Ia kuabaikan. Salahku mendiamkannya membuatnya merasa sendiri. Harusnya ku usap butiran air yang keluar dari matanya kemarin ketika Ia bertanya tentang perubahan sikapku yang mulai mengacuhkannya. Aku memiliki perempuan lain pikirnya. Padahal Aku hanya merasa jenuh saat itu. Hanya ingin sendiri.
      Perempuan di seberang jalan itu. Kini aku merindukannya teramat sangat. Ingin ku genggam tangan lembutnya dan merengkuh tubuh kecilnya dalam dekapanku. Perempuan di seberang jalan itu akan ku yakinkan kembali hanya dia perempuanku. 

Sweet couple 

Kamis, 21 November 2013

(Bukan) Saya > Apatis > Planning List > It's Me

Bingung mau mulai postingannya dari mana.

Sudah hampir sepekan sayanya berasa Apatis. Malas. Berantakan. Tidak beres. --__--
Saya sadar dan nda tau kenapa ini penyakit menyambet saya lagi. Benci sama keadaan saya seperti ini. Kamar saya yang sudah kayak habis kena badai hujan. Buku-buku di rak saya jungkir balik tidak tersusun baik di tempatnya. Berantakan.

Tugas-tugas kuliah saya. Betul-betul the power of kepepet. Padahal Task list sudah saya pajang besar-besar di dinding kamar biar bisa selesaikan cepat. Kadang juga sayanya sudah niat mau kerja tugas. Ambil buku di rak, bawa ke kasur. Buka lembar per lembar. Baca-baca. Bosan. Guling-guling. Terus nda terasa sayanya sudah melayang. Molor lagi. Tidur sama tugas. Ulala ---

Apalagi notebook saya lagi rusak. Nda ada media onlen. Nda liat teman-teman di grup Kecap lovers berkicau  ngingetin saya ngerjain tugas. (Itulah susahnya kalo nda bisa onlen. Padahal maksudnya mau coba nda kecanduan pesbuk).
  Berasa ini bukan saya. Seperti ada yang hilang. Ada yang renggut semangat saya. 

Tempelan-tempelan di dinding kamar jadi buktinya bahwa di awal semester saya punya semangat tinggi buat jalani semester tiga ini. Semester yang sudah mulai betul-betul menguras tenaga sama pikiran. Empat praktikum cuy!.

Tempelan-tempelan yang saya pajang sengaja sudah saya warnai. Ditulis semenarik mungkin biar saya selalu semangat. Ehh atau mungkin memang ini tujuannya tempelan-tempelan ini saya buat dulu. Buat make me up ketika sayanya berasa down begini.
YAaa.. I think I got it. 
Saya tidak boleh apatis begini. Saya punya banyak planning list di dinding-dinding ini yang mesti saya kerjakan. Setidaknya planning buat besok saya sudah bisa kembali menyambut matahari pagi di balik jendela kamar seperti biasanya. Matahari yang selalu bisa bikin saya berasa dapat kekuatan. Iya!.

Cornflower Blue: DIY Rotating Goal List
Illustration
Note: Berasa dapat sesuatu ngeliat tempelan-tempelan list planning di dinding-dinding kamar saya. Berasa dapat power.

SEMANGAT PRAKTIKUMNYA QAQA DIRA. Belajar yang tekun. ^_^/  (Tempelan ini selalu bikin saya senyum-senyum geli ngeliatnya. Seperti remaja alay.) :D

Apalagi tempelan yang ini.

Lovely Picturs/FB
here
                                            
Ayah ma.. Kangen. Maaf sudah buang-buang waktu bermalas-malasan. :')